Piece To Piece

Berkata-kata tanpa suara.

Merumput di Jakarta

Ayo Di, kita maen bola lagi…….

masih inget ga ma iklan yang satu ini?hahaha dah lama banget ga liat iklan layanan masyarakat buat peduli ma penyakit epilepsi ini. [sekedar intro aja biar garing...kriuk....kriuk]

Disini ku ga mau bahas soal epilepsi, si Adi, atau mamanya si Adi. yang menjadi bahan ndobos kali ini adalah istilah`merumput` , banyak yang bilang klo artinya merumput itu main bola sepak di lapangan rumput yang hijau alias bahasa kerennya bal-balan.  Sekarang ku juga kagak mau bahas persoalan persepakbolaan Indonesia yang kadang timbul tenggelam itu. Timbul pas ada ASEAN Games,  AFF dan tenggelam di setiap waktu….keekekee, sori buat pak Menpora. bukan maksud menyindir tapi begitulah keadaanya. Ya tho??

Yah, akhirnya ku mo bahas topik utama yang sebenarnya pengen kutulis. Eng ….ing …eng, yak tadi pas lagi cari lunch di belakang kantor, liat bapak-bapak yang lagi berkutat dengan gerobak penuh rumput. Heehehee pemandangan yang aneh kan? Sebelumnya si ga pernah kebayang hari gene masih ada orang yang cari rumput di Jakarta??Trus sambil jalan n potret tu kejadian langka, berputar deh ni otak…mikir…mikir. Ada apakah gerangan? Heheh trus pikiran gila gini yang muncul:

1. semalam pas tidur, Allah memutuskan untuk merubah Jakarta menjadi desa ygang indah ijo royo-royo.hupla…trus jadilah.

2. pak rumput itu menemukan teknologi super cangggih yang bisa menumbuhkan rumput dgn medium aspal dan beton

3.Di tanah kosong yg sekarang dipager rapet itu ternyata didirikan sebuah pabrik pembuatan rumput segar oleh para kurcaci cilik.N pak itu beli rumputnya dituker pake segepok permen?

hmm, mana ya yang bener????

ini ditulis bebapa hari sebelum idul adha…,tapi belum sempet dishare.makanya tak share sekarang. n beneran ketahuan timnas kita rada mengecewakan pas AFF kemaren. BP mana taringmu?hehe…, tp gapapa kan masih ada M Robi (fansnya bo`,kekeeekkek).Bravo olah raga Indonesia!!!!

December 24, 2008 Posted by Saptari | Uncategorized | | 3 Comments

Pilihan Hidup Membawaku Kembali

Aku kembali….

Tlah sekian lama

Mencari arti, jalani mimpi….

Ku kembali, tempat dimana ku bisa bersembunyi

Hanya disini

Kulepaskan resah hati…..

Dari cerita,

Kisah yang lalu,

Dan ku berharap,

Terangi jiwa

Dari semua yang pernah

Aku jalani disini yang berikan damai dihati

Dari semua yang pernah aku jalani

Disini yang berikan damai di hati

Steven n Coconot Tree ….[Kembali]

 

December 18, 2008 Posted by Saptari | Tembang pengiring | | 3 Comments

Makanan [Magnet yang Paling Kuat]

Tersebutlah syahdan di suatu senja mendung yang cukup hangat dengan angin semilir, seorang wanita berjalan pulang menuju tempat singgah dan bernaung untuk sekedar meluruskan badan dan mengeringkan keringat setelah seharian bekerja. Sedikit berbunga hatinya hari ini, melenggang pulang dengan satu urusan yang sudah selesai. Uh senangnya, sampe sang wanita berketetapan u/ tidak makan malam hari ini. Dengan alasan sudah cukup kenyang dengan kebahagiaan hari ini. Lagian perut ini gak terlalu lapar kok.

Sampailah si wanita yang sedang bahagia di tujuannya, menemui dua sahabatnya yang sedang sibuk sekali berbincang. Perbincangan perempuan, kata wanita itu. Ah, cukup didengar sambil lalu dan leyeh-leyeh saja. Tiba-tiba datanglah sebuah keinginan yang sangat kuat menghampiri wanita itu. Ahhh ingin makan mangga. Mangga yang kemaren dibeli dari Si Bapak Ganjen Berambut hitam Klimis dengan Senyum Bergigi Rapinya. Oh, ya…..tak lupa dengan rayuan Gombal si bapak juga. Piuuh, Tu bapak emang seorang tipe pemasar yang oke punya, beli mangga sekali sama bapak itu keknya seumur hidup bakalan inget terus deh sama dia. Alamaaaak bapak mangga, I Love Your mangga pak, very much sampe akhirnya mangga dingin dikulkas pun terenggut dari wadah kresek itemnya.

Siap sedia dengan pisau terhunus, kresek sampah, dan wadah untuk keratan-keratan mangga ranum yang gak manis n sedikit kecut itu. Mangga yang unknown jenisnya tapi paling sering dijiual tukang rujak keliling ini dalam hitungan beberapa menit sudah kehilangan kulitnya, alias gundul. Siap deh dikerat sedikit demi sedikit, mulai dari ujung dulu (ujung lawannya pangkal, pangkal tu yang tempat mangga gantung itu lho…..),ni, yang dikerat ujungnya dulu..UJUNG.

Satu keratan jatuh. kluthik (karena cuma kecil). Ehhhhh…lhooo….lhooo….lho kok mangganya langsung hilang. dissapear, Hmmmm. Weee alah….ternyata, kedua sahabat wanita yang semula duduknya agak jauh tertarik dengan magnet mangga pak klimis. Sejurus langsung merapat bersamaan mendekati tempat keratan mangga kecil itu masih dengan obrolan mereka. Dan tanpa dosa tangan yang paling cepat langsung nyomot mangga itu tanpa permisi. Si wanita pengupas mangga cuma melongo dan bilang LhoLhoLho……seketika tawa membuyar menggantikan obrolan perempuan.

December 2, 2008 Posted by Saptari | Catatan harian | | 4 Comments