Riam Ketukan di Wkatu Malam
Semalam tidak lagi sendiri,
walau kemaren beramai, tapi berasa sendiri
Semalam kembali berpikir,
Dulu dan saya tidak suka, sekarang dan kembali terjadi.
Ketukan riam di kamar sebelah,
ketukan melas, seorang yang ingin di dengar.
riam itu deras mengalir, menghantam kayu pelapis
gelombangnya menggetarkan, bukan hanya gendang tapi juga hati
Melar beriam-riam berlama lama.
Ingin rasanya teriak saja, bukankah kalian sudah dewasa
Masih juga beriam itu mengalir
Dengan nada yang sama melasnya
Pelan dan nyaring silih berganti,
Harusnya ini bisa dibicarakan, Kenapa tidak?
Bicarakan dengan kata, bukan dengan riam ketukan yang memelas itu.
Kukatakan padamu, dan kubilang Besok Kita Jangan Begitu
Dan kau bilang, Besok Kita bisa Membicarakan banyak hal.
2 Comments »
Leave a comment
-
Archives
- October 2009 (2)
- February 2009 (5)
- January 2009 (2)
- December 2008 (3)
- November 2008 (6)
- October 2008 (11)
- September 2008 (1)
- August 2008 (2)
- July 2008 (1)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS







wah puitis kali pun dikau Dek.. :p
riiiiiiiii…opo to kuwi??