Piece To Piece

Berkata-kata tanpa suara.

Makanan [Magnet yang Paling Kuat]

Tersebutlah syahdan di suatu senja mendung yang cukup hangat dengan angin semilir, seorang wanita berjalan pulang menuju tempat singgah dan bernaung untuk sekedar meluruskan badan dan mengeringkan keringat setelah seharian bekerja. Sedikit berbunga hatinya hari ini, melenggang pulang dengan satu urusan yang sudah selesai. Uh senangnya, sampe sang wanita berketetapan u/ tidak makan malam hari ini. Dengan alasan sudah cukup kenyang dengan kebahagiaan hari ini. Lagian perut ini gak terlalu lapar kok.

Sampailah si wanita yang sedang bahagia di tujuannya, menemui dua sahabatnya yang sedang sibuk sekali berbincang. Perbincangan perempuan, kata wanita itu. Ah, cukup didengar sambil lalu dan leyeh-leyeh saja. Tiba-tiba datanglah sebuah keinginan yang sangat kuat menghampiri wanita itu. Ahhh ingin makan mangga. Mangga yang kemaren dibeli dari Si Bapak Ganjen Berambut hitam Klimis dengan Senyum Bergigi Rapinya. Oh, ya…..tak lupa dengan rayuan Gombal si bapak juga. Piuuh, Tu bapak emang seorang tipe pemasar yang oke punya, beli mangga sekali sama bapak itu keknya seumur hidup bakalan inget terus deh sama dia. Alamaaaak bapak mangga, I Love Your mangga pak, very much sampe akhirnya mangga dingin dikulkas pun terenggut dari wadah kresek itemnya.

Siap sedia dengan pisau terhunus, kresek sampah, dan wadah untuk keratan-keratan mangga ranum yang gak manis n sedikit kecut itu. Mangga yang unknown jenisnya tapi paling sering dijiual tukang rujak keliling ini dalam hitungan beberapa menit sudah kehilangan kulitnya, alias gundul. Siap deh dikerat sedikit demi sedikit, mulai dari ujung dulu (ujung lawannya pangkal, pangkal tu yang tempat mangga gantung itu lho…..),ni, yang dikerat ujungnya dulu..UJUNG.

Satu keratan jatuh. kluthik (karena cuma kecil). Ehhhhh…lhooo….lhooo….lho kok mangganya langsung hilang. dissapear, Hmmmm. Weee alah….ternyata, kedua sahabat wanita yang semula duduknya agak jauh tertarik dengan magnet mangga pak klimis. Sejurus langsung merapat bersamaan mendekati tempat keratan mangga kecil itu masih dengan obrolan mereka. Dan tanpa dosa tangan yang paling cepat langsung nyomot mangga itu tanpa permisi. Si wanita pengupas mangga cuma melongo dan bilang LhoLhoLho……seketika tawa membuyar menggantikan obrolan perempuan.

Single Post Navigation

4 thoughts on “Makanan [Magnet yang Paling Kuat]

  1. Ehm…keknya crita ini ga asing ya…hehehe😆

  2. Tokoh dan cerita ini adalah rekaan semata (hahaahaa)

  3. makanya kalo aku yg motong mangga biasanya yg kutaruh piring setengahnya aja, sisanya kubawa kabur…:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: