Piece To Piece

Berkata-kata tanpa suara.

Tidak Pernah Ada Kata Terlambat atau Terlalu Cepat untuk Bikin Paspor

Setelah sekian lama berkeinginan membuat paspor, akhirnya pada bulan Maret lalu saya memantapkan diri untuk membuat paspor. Akhirnya, walaupun tampak sangat pede jalan sendiri ke kantor Imigrasi. Dari pada ditunda-tunda malah bikin penyakit hehehehhe. Ini pas banget kenapa saya memilih judul di atas untuk postingan kali ini. Sudah lama banget tertundanya, walaupun sekarang juga belum ada rencana buat dipake itu paspor-nya. Berhubung sudah gak sabar nunggu barengan yang juga mau bikin, menurut saya tidak masalah berjuang maju sendiri, asal sudah punya persiapan yang matang. Setelah melakukan riset yang cukup (baca: googling), sepertinya pendaftaran secara online merupakan pilihan yang paling praktis dan efisien. Terutama masalah waktu, rasanya males banget bolak-balik ijin keluar kantor cuma buat bikin paspor. Lagian saya ini orangnya males sama yang namanya hal-hal yang sebenarnya bisa dibikin efisien tapi jadi ribet. Bayangkan 4 kali bolak-balik kantor imigrasi mana jaraknya jauh lagi. Ogah deh. Disini saya coba membandingkan dengan pengalaman beberapa atasan saya, yang kebetulan juga baru bikin paspor tetapi secara manual tanpa mendaftar online.

Sebelum dibahas langkah-langkah kemaren pas bikin paspor, disiapin dulu dokumen-dokumen yang diperlukan, baik secara online maupun manual kurang lebih sama nih dokumennya. Tergantung kondisi masing-masing juga. Untuk saya, dokumen yang saya siapkan antara lain:

  1. KTP
  2. Akta Kelahiran/ Ijazah
  3. Kartu Keluarga
  4. Surat rekomendasi atasan

Cuma itu aja kok, simpel aja kan? Yang disiapkan dokumen asli dan foto copy di kertas A4. Bagi yang melakukan pendaftaran online dokumen tersebut juga harus di scan dulu, dijadikan file .jpg. Harus ini, soalnya kemaren sempat dalam bentuk .jpeg ternyata tidak bisa. Oh ya, jangan lupa ditentukan mau bikin paspor yang 24 lembar atau 48 lembar, soalnya biayanya beda. Pengalaman kemaren soalnya ada temen yang salah isi di pendaftaran online maunya 48 tapi dipilih 24, di kantor imigrasi gak bias diterusin. Harus ulang lagi pendaftaran onlinenya. Kemaren biayanya Rp. 255.000,00 kalo gak salah untuk yang paspor isi 48 lembar.Setelah siap semua, tinggal jalan deh ke kantor Imigrasi terdekat. Gak harus jalan sih…bisa naik motor, mobil atau bis…hehhehehe. Berhubung kantor Imigrasi atu-atunya di Jogja Cuma yang di Jl. Solo ituh, terpaksa deh kesana. Klo bias ke Wates mending di wates soalnya. HAHA. Setelah sampe, baru kita mulai deh langkah-langkahnya:

Secara Online

Secara Manual

Tgl 12 Maret 2013

  1. Pendaftaran online di sini http://ipass.imigrasi.go.id:8080/xpasinet/faces/InetMenu.jsp
  2.  Upload dokumen-dokumen

Tgl 17 Maret 2013

  1. Mengambil Formulir

Tgl 13 Maret 2013

  1. Ambil Formulir
  2. Memasukkan berkas (tidak perlu ambil nomor antrian dulu)
  3. Ambil antrian (pembayaran pake no D(angka); beda dengan antrian memasukkan berkas untuk non online
  4. Membayar
  5. Foto dan Wawancara

 

Tgl 18 maret 2013

  1. Ambil antrian
  2. Memasukkan dokumen

Tgl 19 Maret 2013

  1. Pengambilan paspor

Tgl 20 Maret 2013

  1. Ambil antrian (pembayaran pake no D(angka); beda dengan antrian memasukkan berkas
  2. Membayar
  3. Foto dan wawancara

Tgl 26 Maret 2013

  1. Pengambilan paspor

 

                Udah deh gitu dowang. Udah jadi si buku hijaunya. Gampang kan? Makanya ayo bikin Parpor bagi yang belum. Kejar cita-cita mu untuk bisa menjelajah ke negeri-negeri lain….

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: