Piece To Piece

Berkata-kata tanpa suara.

Semangat Perjalanan Pagi 29 Dec 2009 6.15-7.15 am

Brrrr, berangkat kerja adalah kewajiban. Cari nafkah, harus rajin katanya. Pagi ini juga, gerimis deres nggak menghalangi langkah n laju roda motorku untuk masuk kerja. Ujan cing…..Tapi gak papa kan ada mantel biru kesayangan. Tanggug deh pokoknya, siap menerobos ujan badai sekalipun. Yah sekalipun body nggak lagi prima alias lagi atit..hiks

Sepanjang perjalanan beneran ujan gedew bok, hehehee,,…untung deh gak percuma ku dah pakai mantel dari rumah. Abis suka dongkol si…dah saip menghadapi ujan eh ternyata 1 km di depan terang benderang mentari girang liat ku kepanasan.hehehehee

Wah ujan pagi ini rada serem, sepanjang perjalanan rasanya kek baru jam 5 pagi aja, gelap, berkabut ujannya deres, pengguna jalan juga dikit banget. Nggak karna emang di jalan desa cos setiap hari juga sepi….tp ini beneran sepi banget Keknya nggak ada deh motor ato mobil yng kulewati. Paling satu dua dari arah timur…..

Hohoho, setelah beberapa saat ternyata pemandangannya beda. Da beberapa sepeda bermuatan sarat yang juga menerjang hujan deras ini.Dengan sepeda lho bukan motor kek aku. MMmmm saiapa mereka? Ternyata mereka ini pedagang pasar yang sedang menuju pasar buat jualan barang mereka. Masih aja ya tetep berangkat mesti ujan deres. Dan bener juga di pasar yang kulewati suasananya gitu deh. Ujan deres, pasar tradisional yang sudah dari awal tidak terlalu nyaman jadi tambah parah. Coba bayangin deh……

Selain pedagang bersepeda ada juga lho petani bersepeda membonceng cangkul model jaman dulu. Gak tau namanya si..tp dulu simbah pernah punya…modelnya lebih artistik dengan gagang dan pangkal cangkul dari kayu yang bagus n bernilai seni, bentuknya sedikit lebih panjang dari cangkul jaman sekarang…Pak, sekarang baru ujan gede, sawahnya pasti banjir deh kataku dalam hati.

Sebentar aku sadar juga, sama seperti pedagang itu, petani itu, aku juga bersemangat menuju tempat tujuanku. Bekerja, memberikan apa yang terbaik untuk diriku sendiri orang tua dan keluarga. Memang tujuan kita berbeda. Pedagang itu harus bergelut di pasar yang becek dan jorok, petani itu harus terjun ke sawah yang tergenang dalam. Yah, lebih mending aku menuju tempat yang kering, hangat saat dingin dan sejuk saat cuaca panas. Kurang apa nikmat-nya??

Yah, gapapalah sedikit kedinginan. N sedikit jengkel ketika udah datang pagi tapi yang bawa kunci belum datang n terpaksa menunggu agak lama. Bukan masalah berat menurutku….keciiiilll malah.

Cuma yang pasti perjalanan pagi kali ini membuatku bersemangat memulai hari. Semoga selamanya begitu, da semangat baru di setiap waktu yang ku lalui setiap hal yang kulihat n setiap kejadian yang kualami.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: